Keterbukaan informasi adalah hal yang menjadi kewajiban bagi desa, apalagi saat ini dengan era serba internet desa di tuntut untuk berkembang menuju "Desa Digital"
Dengan adanya digitalisasi desa, maka diharapkan desa akan lebih transparan dalam mengelola dan melaksanakan pembangunan, lebih mudah dalam pelayanan masyarakat, lebih tertata dalam hal administrasi, dokumen-dokumen tidak hanya berupa file soft file tetapi juga berupa link yang dapat di unduh setiap saat, dengan pemanfaatan digital desa juga bisa mengembangkan di sektor pariwisata, UMKM, maupun pengembangan potensi yang ada.
OpenSID merupakan penyedia layanan website desa yang saat ini di rekomendasikan oleh Kab. Wonogiri, melalui Dinas Komino Kab. Wonogiri memilih 10 desa untuk penerapan awal.
10 desa tersebut adalah
- Desa Kepatihan Selogiri
- Desa Gemantar Selogiri
- Desa Pare Selogiri
- Desa Sendang Wonogiri
- Desa Wonoharjo Wonogiri
- Desa Sonoharjo Wonogiri
- Desa Waru Slogohimo
- Desa Slogoretno Jatipurno
- Desa Glesungrejo Baturetno
- Desa Jimbar Pracimantoro
10 desa tersebut akan menjadi pilot project OpenSID Kab. Wonogiri, yang nantinya juga akan di ikuti desa - desa yang lain se-kabupaten wonogiri.
Beberapa keunggulan dari OpenSID
- Mudah dikelola oleh admin
- Fitur - fiturnya mudah di pahami oleh admin
- Tampilan familiar simpel mudah diakses oleh masyarakat
- Open source yang artinya sumber terbuka
- Biaya relatif murah bahkan gratis
- Dikembangkan dan diawasi bersama-sama oleh komunitas digital
- Menu sidebar lengkap mulai dari administrasi, lapak desa sampai transparansi APBDes
- Membantu kelengkapan untuk kategori desa digital
dan yang terpenting adalah partisipasi dari masyarakat untuk bersama - sama mengawal pembangunan desa, juga sadar dengan literasi digital, menyaring informasi dan mencari informasi dari sumber yang jelas dan terpercaya.